Rabu, 28 Desember 2016

Pentingnya Toilet Umum yang Bersih

Toilet umum menjadi fasilitas vital di ruang publik. Sayangnya, kebersihan dan kenyamanan toilet umum masih kurang diperhatikan, baik oleh pengguna maupun pengelola. Mayoritas publik menilai masih banyak fasilitas sanitasi di ruang publik yang belum memadai. Padahal, berbagai penyakit dapat menular lewat toilet umum yang kotor.
Sebagai salah satu indikator kualitas hidup masyarakat, akses terhadap fasilitas sanitasi yang memadai masih menjadi persoalan di Indonesia. Data Direktorat Permukiman dan Perumahan Bappenas tahun 2012 menunjukkan akses untuk sanitasi baru menjangkau 58,8 persen penduduk Indonesia. Artinya, Lebih dari 40 persen penduduk belum mendapatkan fasilitas sanitasi yang memadai.
Toilet adalah salah satu fasilitas sanitasi dasar yang menjadi kebutuhan masyarakat. World Economic Forum pada 2014 juga memberi nilai 40 dari skala 100 untuk kualitas toilet di Indonesia. Demikian juga Asosiasi Toilet Indonesia menyebutkan, 63 juta orang masih terbiasa buang hajat di tempat terbuka karena tidak memiliki akses ke fasililitas sanitasi dasar.
Buruknya fasilitas sanitasi juga terjadi di ruang publik. Setidaknya, hal ini tergambar dari pendapat mayoritas responden yang terjaring dalam jajak pendapat yang diselenggarakan Litbang Kompas. Setiap enam dari sepuluh responden menilai kondisi toilet umum masih buruk. Toilet yang kotor menjadi sumber penularan bakteri yang berbahaya bagi kesehatan. Bakteri berkembang biak dengan mudah dan cepat terutama di toilet yang tidak terawat.
Bakteri yang dapat berkembang biak di toilet yang kotor antara lain adalah Salmonella listeria dan Bacillus (penyebab keracunan makanan), Rhinovirus (penyakit flu), Rotavirus (infeksi diare pada anak-anak), dan Respiratory syncytial virus (infeksi pernapasan). Selain itu, Jamur Candiada yang menjadi penyebab penyakit pada area kelamin juga bisa menular lewat toilet yang kotor. Jamur lain yang dapat muncul adalah Trichophyton dan Microsorum yang dapat mengakibatkan cacingan dan bau kaki.
 Kesadaran bersama
Sanitasi umum yang bersih dan berkualitas menuntut kesadaran dan perhatian dari berbagai pihak. Kesadaran untuk menjaga toilet umum agar tetap bersih tak hanya menjadi kewajiban pengelola, tetapi juga masyarakat pengguna. Pemahaman masyarakat terkait sanitasi bersih sesungguhnya sudah cukup memadai. Setidaknya ini tergambar dari pengetahuan publik terkait prasyarat kelayakan toilet umum.
Ketersediaan air bersih yang paling banyak disebut responden. Setidaknya tujuh dari sepuluh responden menyatakan demikian. Selain itu, responden menyebutkan kondisi kloset yang bersih dan tidak berbau sebagai syarat layaknya sanitasi umum. Idealnya, kloset dibersihkan secara teratur setelah minimal tiga kali dalam sehari. Untuk itu, keberadaan petugas kebersihan menjadi kebutuhan mutlak di setiap toilet umum. Ketersediaan tisu yang memadai dinilai sebagai prasyarat yang juga harus ada.
Syarat lainnya adalah kondisi toilet harus senantiasa kering untuk mencegah kuman berkembang biak. Ventilasi dan pencahayaan yang cukup akan menjaga toilet tidak lembab. Kuman akan terus berkembang biak di tempat yang lembab. Tempat cuci tangan yang memadai juga dinilai penting karena tangan merupakan media pengantar kuman bila tidak dijaga kebersihannya.
Sebagian terbesar responden juga manganggap pentingnya peran serta pengguna toilet umum dalam menjaga kebersihan. Sedikitnya tujuh dari sepuluh responden menyebutkan penting untuk membilas toilet secara benar sehabis digunakan. Penggunaan tisu basah atau semprotan desinfektan untuk kloset duduk dapat menjaga toilet tetap bersih. Tidak merokok di dalam toilet, menggunakan toilet duduk dengan benar, serta membuang pembalut atau tisu ke tempat sampah menjadi upaya lain yang wajib dipatuhi pengguna toilet. Toilet umum adalah milik bersama. Oleh karena itu, setiap pengguna wajib menjaga kebersihan toilet demi kesehatan diri sendiri dan orang lain yang akan menggunakannya setelah kita

Cara Sehat Menggunakan Toilet Umum

Aktivitas sehari-hari mungkin saja mengharuskan Anda cara memakai toilet umum, umpamanya toilet di kantor, di mal atau tempat yang lain. Walaupun tampak bersih, hadirnya kuman pemicu penyakit umum ada di toilet. Kuman penyakit seperti salmonella, streptococcus, E. coli serta beragam virus yang lain bisa mengakibatkan sakit tenggorokan, flu atau masalah pencernaan.

Langkah kuman-kuman itu masuk ke badan yaitu lewat hubungan yang Anda kerjakan dengan benda-benda yang ada di toilet umum. Umpamanya saat menyentuh flush pada kloset, keran, pegangan pintu, atau benda-benda lain yang Anda sentuh. Mustahil juga hindari toilet umum lantaran mustahil menahan hasrat ke toilet, bahkan juga bila dipaksakan bisa mengakibatkan permasalahan pada badan, seperti infeksi saluran kemih.
Membuat perlindungan Diri di Toilet Umum
Anda tak perlu terlampau takut memakai toilet lantaran ada cara-cara membuat perlindungan diri dari kuman-kuman yang ada di toilet umum, diantaranya :
  1. Beberapa barang yang Anda bawa seperti tas, dompet atau barang yang lain janganlah ditempatkan di lantai toilet.
  2. Saat sebelum memakai kloset, flush dahulu untuk keluarkan urine serta kotoran yang lain sebagai rumah bateri.
  3. Bila memakai kloset duduk, seka dudukan toilet dengan memakai tisu.
  4. Lapisi dudukan kloset dengan pelapis dudukan kloset bila ada, atau pakai tisu juga sebagai pelapisnya.
  5. Janganlah duduk di atas dudukan kloset bila tampak basah atau kotor. Posisi yang bisa dikerjakan yaitu dengan posisi duduk melayang tanpa ada menyentuh kloset. Anda bisa bertumpu pada dinding atau pintu waktu mengerjakannya.
  6. Sebisa-bisanya, jauhi untuk menyentuh benda-benda yang ada di toilet. Anda bisa memakai tisu waktu menghimpit flush di kloset atau buka pintu.
  7. Tutup kloset saat sebelum menghimpit flush dengan memakai tisu. Pada situasi terbuka, kuman-kuman dalam kloset bisa meloncat keluar serta tentang atau masuk ke badan. Bila tak ada penutup, jauhi kloset waktu lakukan flush.
  8. Usai memakai kloset, janganlah lupa bersihkan tangan dengan memakai sabun. Bersihkan tangan lewat cara yang benar sepanjang 20-30 detik, yang termasuk juga menggosok-gosok telapak, punggung tangan, sela-sela jari tangan serta daerah dibawah kuku. Bila ada, pakai air panas yang lebih efisien membunuh kuman.
  9. Keringkan tangan dengan memakai tisu sesudah usai membersihkan tangan.
  10. Bila Anda membawa cairan pencuci tangan alkohol yang dipakai tanpa ada pembilas, bisa dipakai sesudah bersihkan tangan serta meninggalkan toilet.
Hal utama lain supaya terlepas dari penyakit yaitu dengan melindungi keadaan badan terus sehat hingga kuman-kuman akan tidak mengganggu kesehatan Anda. Memakai toilet umum tak perlu ditakuti bila Anda ketahui langkah aman memakainya.

Selasa, 27 Desember 2016

Pentingnya Menjaga Kebersihan Toilet menurut Islam

MENCEGAH lebih baik daripada mengobati, karena kesehatan lebih mahal daripada uang jadikita harus pintar untuk menjaga kesehatan. Dan tlah dikutip dari sebuah hadis :
“Sesungguhnya Allah swt. Itu baik, Dia menyukai kebaikan. Allah itu bersih, Dia menyukai kebersihan. Allah itu mulia, Dia menyukai kemuliaan. Allah itu dermawan ia menyukai kedermawanan maka bersihkanlah olehmu tempat-tempatmu,” (H.R. at –Tirmizi: 2723)
Toilet dan kamar mandi merupakan sarana dan prasarana yang wajib keberadaannya dalam rumah begitupun juga di ruang publik. Meskipun keberadaanya terpencil di “belakang”, dan sering diabaikan,
Toilet dan kamar mandi mempunyai peranan penting dalam penciptaan citra. Sehingga ada sebuah ungkapan yang mengatakan “jika anda ingin melihat kebersihan suatu tempat, lihatlah Toilet dan kamar mandinya”.
Bahkan, bagi sebagian orang, toilet bukan saja hanya sebagai tempat buang hajat namun tempat berimajinasi untuk memunculkan ide-ide kreatif. Maka toilet haruslah bersih dan nyaman. Terutama pada toilet-toilet umum yang harus memenuhi standarisasi yang telah dibuat oleh Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata Indonesia.
Standarisasi yang telah dibuat oleh pemerintah ini diharapkan mampu mengatur penyediaan Toilet dan kamar mandi umum yang bersih dan sehat. Kadang-kadang orang sering merasa tidak sadar jika Toilet dan kamar mandi yang berfungsi untuk membersihkan badan, justru tidak bersih tempatnya.
Hal tersebut dapat dilihat dari adanya Toilet dan kamar mandi yang sering ditemui dalam keadaan kotor, bau, gelap, dan pengap. Lebih menyedihkan, kamar mandi dan toilet dalam keadaan seperti itu banyak dijumpai pada Toilet dan kamar mandi umum terutama di terminal, pasar, pom bensin, pabrik dan lain sebagainya.
Tahukah anda bahwa air di dalam toilet dan kamar mandi yang kotor dapat menimbulkan penyakit E-coli. Bakteri itu masuk ke dalam pembuluh, kemudian menjadi penyakit berat yang bisa menyebabkan infeksi secara menyeluruh ke seluruh tubuh.
Toilet juga dapat menularkan jamur, toilet duduk lebih rentan menyebarkannya dibanding toilet jongkok karena langsung bersentuhan dengan bokong. Ada dua jenis penyakit jamur yang bisa timbul, yaitu tinea kruris dan kandidias.
Tinea kruris ditandai dengan bintil-bintil berwarna agak kemerahan. Pada kasus yang sudah lama, maka akan disertai dengan warna kehitaman pada daerah tertentu.
Sedangkan, kandidias ditandai dengan bercak berwarna merah terang dan sekitar daerah kemerahan tersebut tampak bintik-bintik kecil yang tersebar di sekitarnya. Maka dari itu toilet dan kamar mandi haruslah terawat dan terjaga.
Penjagaan kebersihan kamar mandi dan toilet bukanlah hal yang mudah. Keberadaan air yang terus menerus acap kali meninggalkan kerak, bahkan penumpukan kerak dapat menyebabkannya susah dihilangkan. Kehadiran cairan pembersih keramik dan porselen yang beredar di pasaran kadang tidak dapat memberikan solusi pada masalah ini.
Selain kerak tidak hilang, kita juga harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk menyikatnya. Hal termudah untuk menjaganya adalah dengan membersihkannya secara rutin dan memilih perbersih atau cairan kimia yang ampuh.
Nah begitulah beberapa info yang bias disampaikan, semoga dengan apa yang ada dalam artikel ini dapat membantu Anda agar bisa lebih aktif lagi dalam menjaga kebersihan dan kesehatan

Dampak limbah toilet terhadap siswi

Pembangunan Drainase yang tidak tepat posisinya, sehingga menimbulkan bau yang tidak enak apabila mau ke toilet. Limbah tersebut juga bisa mencemari udara dan lingkungan sekitar, serta dapat menimbulkan penyakit. Sebaiknya pembangunnya di tempatkan di posisi yang strategis dan ditutup, serta mendapatkan penanganan khusus agar tidak mengganggu lingkungan sekitar.

Berikut toilet higienis yang layak pakai:

Akibat tidak menjaga kebersihan toilet

Akibat tidak menjaga kebersihan toilet adalah toilet menjadi kotor, bau, tidak nyaman untuk digunakan, serta mengundang datangnya sumber-sumber penyakit.
Kamar mandi/toilet sangat rentan oleh kuman dan sumber penyakit. Apalagi jika dibiarkan kotor dengan permukaan yang tidak bersih dan mengeluarkan bau tidak sedap, sudah pasti banyak kuman bersarang. Sebuah penelitian menyebutkan, jumlah bakteri akan lebih banyak ditemukan pada area yang basah dan sering digunakan, seperti kamar mandi/toilet. Fakta lain yang tidak kalah mengerikan adalah bakteri memiliki kemampuan berkembang biak dengan cepat. Setiap 20 menit, bakteri berkembang biak sehingga dalam 24 jam, jumlahnya bisa sampai delapan juta sel.

Ternyata tidak Cuma satu jenis bakteri yang bersarang di kamar mandi/toilet. Misalnya, Salmonella Listeria dan Bacillus yang bisa menyebabkan keracunan makanan. E-coli yang menyebabkan infeksi danShigella yang menyebabkan disentri. Ada juga virus di antaranya adalahRhinovirus (penyakit flu), Rotavirus (infeksi diare pada anak-anak), Respiratory Syncytial Virus (infeksi pernapasan). Jamur tetnyata juga berdiam diri di kamar mandi/toilet, seperti Candiada yang mengakibatkan penyakit yang berhubungan dengan daerah kelamin dan  Trichophyton juga Microsorum yang menyebabkan cacingan dan bau kaki.

Peran siswa siswi dalam menjaga kebersihan toilet sekolah

Agar toilet terlihat bersih, siswi dapat berperan dalam menjaga kebersihan toilet sekolah dengan cara tidak membuang sampah (pembalut, dll) sembarangan, selain itu siswi juga bisa memungut sampah yang berserakan dan membuangnya pada tempat sampah yang telah tersedia agar tidak ada sampah yang berserakan di dalam toilet maupun di luar toiler. Serta, siswi diharapkan tidak mencorat-coret dinding dan pintu, dengan begitu pintu dan dinding akan tetap terlihat bersih tanpa adanya coretan-coretan yang dibuat oleh siswi.

Selain menjaga kebersihan, Pihak sekolah juga membuat satu peraturan yang didalamnya berisi anjuran bagi siswa/i untuk menjaga kebersihan toilet sekolah, dan memberi sanksi yang tegas bagi siswa/i yang melanggarnya.Hal yang paling pokok untuk peran siswa/i dalam menjaga kebersihan toilet adalah, kesadaran diri masing-masing individu untuk menjaga kebersihan toilet sekolahnya agar toilet tetap dalam keadaan bersih dan terhindar dari berbagai macam penyakit.

faktor bakteri dalam toilet

Data dari penelitian menyebutkan jumlah bakteri lebih banyak ditemukan pada area yang basah, seperti kamar mandi/toilet. Fakta lain yang paling berbahaya adalah bakteri memiliki kemampuan berkembang biak dengan mudah dan cepat. Apalagi pada kondisi kamar mandi yang tidak terawat. Setiap 20 menit bakteri dapat berkembang biak sehingga dalam 24 jam, jumlahnya bisa sampai 8 juta sel.
Untuk itu sangat penting untuk menjaga kebersihan toilet, beberapa persyaratan umum sebagai berikut:
  1. Air bersih
    Salah satu kebutuhn yang harus dipenuhi di dalam toilet adalah air yang bersih dengan jumlah yang cukup. Apalagi budaya Indonesia yang masih sangat mengandalkan air untuk membersihkan diri.
  2. Kloset yang bersih
    Kloset yang bersih dan tidak berbau juga merupakan salah satu syarat untuk toilet yang layak. Idealnya kloset dibersihkan secara teratur setelah tiga kali pakai. Dengan demikian kloset akan selalu terjaga kebersihan dan kehigienisannya.
  3. Ventilasi dan pencahayaan yang cukup
    Ventilasi dan pencahayaan yang cukup akan membuat toilet tidak lembab karena toilet yang lembab akan menjadi sarang kuman. Kuman akan terus berkembang biak di tempat yang lembab. Hal tersebut tentu saja sangat berbahaya bagi kesehatan.
  4. Tetap kering
    Selalu usahakan dinding dan lantai tetap kering. Selain mencegah kuman untuk berkembang biak, lantai yang kering juga menjamin keselamatan bagi pengguna toilet.
  5. Tempat cuci tangan yang memadai
    Saat ini masih banyak toilet yang belum memiliki tempat cuci tangan yang memadai. Padahal kita harus mencuci tangan sebelum dan sesudah ke toilet, karena tangan merupakan media pengantar kuman yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit bila tidak dijaga kebersihannya.